Dengarkan Terus EBS UNHAS FM di 107,7 MHz Mau tau info Buku - Buku terbaru?. dengarkan Ebs Siku bersama Tya Andifa setiap hari minggu pukul 14 - 16 Wita Belum tau info Film terbaru? dengarkan Ebs Planet Movie setiap hari Minggu pukul 16 - 18 Wita bersama Parah Mita suka dengan puisi? dengarkan ebs laskar setiap hari jumat pukul 22.24 wita bersama Wawan Gunawan Insya ALLAH Wisuda Sarjana Universitas Hasanuddin Dilaksanakan Pada Tanggal 30 Juni 2011 Ikuti Layanan Interaktif EBS UNHAS FM di Program Acara Tertentu (0411-584965) Mau Tau 30 lagu Manca dan Indonesia teratas Dengarkan saja Sunday Special Mulai Pukul 10:00 s/d 12:00 WITA Bareng Oka Rivan dan Sarah Hanifah Promosikan Kegiatan Anda di Radio Kampus EBS FM Unhas Punya Kenangan juga Memori? Atau Ingin tahu Sosok Inspirasi yang membuat Anda Termotivasi. Dengarkan EBS Memory Sound bersama Melanie Azzahra setiap Sabtu pukul 14.00-16.00 WITA hanya di 107,7 EBS Unhas FM Makassar Bagi Anda yang Punya Demo/Rekaman Lagu Indie Baik Solo ataupun Grup/Band, Langsung Promosikan di EBS Kendie Ingin Tahu Isi Hatinya SUCKY BAND? Dengarkan EBS KENDIE 18 Juni 2011 bareng SahaRamdhanie
Welcome to EBS Unhas FM Makassar 107.7 Mhz
Anda Bisa Mengunjungi web kami versi Mobile melalui Perangkat Selular Anda di EBS1077

Sabtu, 16 Mei 2009

ANGELS & DEMONS', Batas Tipis Antara Surga dan Neraka

Pemain: Tom Hanks, Ayelet Zurer, Ewan McGregor

Saat Leonardo Vetra, salah seorang ilmuwan yang bekerja di CERN, terbunuh, di dadanya terlihat sebuah tanda yang mengarah pada sebuah persaudaraan yang diduga telah musnah. Kematian yang tak wajar ini membuat para ilmuwan di CERN terpaksa harus menghubungi pakar simbol Robert Langdon (Tom Hanks).

Langdon yang semula tak percaya bahwa persaudaraan Illuminati ini masih ada mau tak mau harus menerima kenyataan karena tak ada orang yang sanggup membuat tanda ambigram sempurna yang menjadi simbol Illuminati kecuali dari persaudaraan rahasia ini sendiri.

Petualangan kemudian membawa Langdon dan Vittoria Vetra (Ayelet Zurer) yang ingin mengetahui pembunuh ayahnya ke Vatican di mana persaudaraan Illuminati mengancam akan meledakkan kota suci ini dan membunuh semua orang di dalamnya. Satu-satunya cara melacak si pembunuh adalah dengan mengikuti tanda-tanda yang ditinggalkan sang anggota Illuminati dengan harapan dapat mencegah pembunuhan massal ini.

Sayangnya sang pembunuh hanya meninggalkan petunjuk di atas mayat para Kardinal yang telah ia bunuh satu per satu. Kini Langdon dan Vetra harus berpacu untuk mendahului sang pembunuh atau semua Kardinal yang diculik mati dan tak ada petunjuk mengenai lokasi peledak yang dipasang persaudaraan Illuminati ini.

Seperti kebanyakan film yang diadaptasi dari novel, penyesuaian mesti dilakukan karena keterbatasan durasi tayang dan lain sebagainya. Ini yang sering kali membuat para fans novel merasa kecewa dengan visualisasi dari tulisan yang sempat mereka baca sebelumnya. Film berjudul ANGELS AND DEMONS ini juga bukan pengecualian. Bila Anda sempat membaca novelnya, Anda pasti tahu bahwa ada beberapa fakta atau detail yang harus 'disesuaikan'. Terlepas dari segala 'penyesuaian' itu, film adalah sebuah karya yang layak dinilai sebagai dirinya sendiri.

Sebagai sebuah film, ANGELS AND DEMONS ini cukup mampu membawa inti permasalahan dari novel Dan Brown ke dalam bentuk visual. Ron Howard, sang sutradara sanggup membuat sebuah film yang cukup berimbang dan tak memihak mana pun. Agama dan ilmu pengetahuan dapat berjalan beriringan selama ada saling pengertian dan toleransi.

Karena keterbatasan waktu juga maka film ini jadi terasa bertempo sangat cepat. Tak ada waktu untuk menarik nafas atau beristirahat sejenak. Ini tak bisa dihindari juga karena versi novelnya juga punya tempo yang lumayan cepat meski masih ada titik-titik di mana kita diberi waktu untuk sekedar menghela nafas. Ron Howard sepertinya juga tak mau mengulang kesalahan yang terjadi pada THE DA VINCI CODE dan menghilangkan unsur romantis yang sebelumnya sempat dikritik karena tak ada chemistry antara Tom Hanks dan lawan mainnya.

Tampilan visual dari Sistine Chapel, Pantheon, Gereja dan Makam terlihat sangat mengagumkan meski Howard harus melakukan pengambilan gambar bukan di tempat aslinya. Sebuah tontonan yang menarik selama Anda tak membanding-bandingkannya dengan versi novelnya. (kpl/roc)



0 Komentar:

Office

Office : Jl. Perintis Kemerdekaan KM.10 Tamanlarea, Makassar 90245 (Hasanuddin University Floor 1, Library Building)
  • 0411-584965 or Mobile: 082346465177
  • ebs1077@gmail.com'
Atau Follow Kami Di :


* Atau Anda Berminat memasang iklan atau mengirim Demo lagu anda, silakan klik
* Or you're Interested in advertising or send your demo songs, please click

Exhange Link Banner

Partner Label

nbc fm, radio kawulamuda bantaeng, the base camp of music


Bonthain

Pengikut

  © Copyright © 2009-2010 by Radio Kampus EBS Unhas FM 107.7 MHz Makassar

Back to Top Page