Calon Rektor Lupa Sejarah Unhas
Empat calon Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) dengan lugas dan argumentatif menyampaikan visi dan misi mereka jika terpilih memimpin Kampus Merah itu, untuk periode 2010-2014, di Baruga AP Pettarani, Kampus Tamalanrea Unhas, Senin (14/9). Namun, keempatnya hanya diam, tertawa lirih, dan mengaku "lupa" saat ditanya seputar sejarah Unhas.
Menjadi moderator, Guru besar Fakultas Ekonomi Unhas mengajukan pertanyaan mendasar, seputar siapa pencetus nama Hasanuddin pada Universitas Hasanuddin, siapa yang memerintahkan agar kampus Unhas Kandea pindah ke Kampus Tamalanrea, siapa nama pencipta musik pada Mars Unhas, dan apa saja karya Prof Mattulada (budayawan Unhas).
Selain itu, ada juga pertanyaan tentang apa nama karya sastra terpanjang di dunia karya nenek moyang Sulsel (Lagaligo). Keempat calon rektor ini hanya bisa menebak jawaban-jawaban pertanyaan tersebut.
Ratusan dari sekitar seribuan hadirin banyak yang geleng-geleng kepala saat satu per satu ditanya soal-soal itu. Ini terungkap dalam sesi cepat tepat debat. Masing-masing calon berhak menjawab pertanyaan moderator tanpa pengundian nama.
Tahapan cepat tepat debat ini menjadi tahapan kedua, sebelum pemilihan rektor yang dijadwalkan Selasa (15/9) pagi ini. Pemilihan langsung dilanjutkan dengan pemungutan suara.
Rapat Senat Terbuka Unhas dimulai pada pukul 09.30 Wita dibuka oleh Sekteratis Guru Besar Unhas Prof Dr Natsir Nessa, dilanjutkan sesi ekposesi yang dipandu Prof Dr Sadly MPH.
Pelaksanaan debat calon rektor berlangsung selama empat jam, yang dimulai dari pukul 13.00-16.00 wita. Yang hadir adalah 216 dari 286 anggota senat yang juga pemilik hak suara. Ratusan anggota senat universitas, dosen, pegawai, dan mahasiswa Unhas ikut menyaksikan momen ini. Sebelumnya, juga diadakan ekspose, pemaparan visi dan program oleh empat calon rektor.
Dikonfirmasi terpisah, Komjen (Pol) Esmerlda Lebang, yang juga teman sekolah Idrus mengatakan, Unhas merupakan barometer pendidikan Indonesia timur. "Unhas membutuhkan pemimpin yang bisa menciptakan manusia-manusia berkarakter itu, " katanya, tanpa menyebut nama.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin yang juga alumnus Unhas, berharap bahwa siapapun yang akan memimpin Unhas ke depan, kerja sama yang terbangun selama ini dengan Pemkot Makassar bisa terus dilanjutkan. "Selama kepemimpinan Prof Idrus banyak hal yang telah kami rasakan sehingga kami berharap keberhasilan itu menjadi salah satu indikator ke depan untuk lebih baik lag," katanya.(cr2/axa/fik)
Amran Sedekahi Idrus
CALON rektor nomor urut empat pada pemilihan Rektor Unhas Prof Dr Amran Razak menyedekahkan dukungan kepada Rektor Icumbent Prof Dr dr Idrus A Paturusi.
"Ini kan bulan puasa, apa salahnya kita beribadah dengan menyedahkan suara. Bagaimana tidak menyedekahkan, manajemen dan tim sukses saya adalah tim suksesnya juga Prof Idrus. Apalagi saya besar bersama keluarga Prof Idrus," ujar Amran
Pernyataan Amran ini mengagetkan ratusan peserta yang mengikuti jalannya visi-misi calon. "Kalau orang bersedekah kepada orang tidak mampu, maka lain lagi sekarang. Saya menyeedahkankan suara saya pada orang yang mampu. Mungkin suara saya hanya sekitar 11-17 suara saja. Tapi saya mau sedehkan pada yang mampu yakni Prof Idrus A Paturusi," ujar tambah Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat ini.
Saat dikonfirmasi oleh Tribun, Amran hanya menjawab bahwa keputusannya ini adalah kegiatan ibadah. "Bukan karena mengejar jabatan. Ini kan namanya juga beribadah, saya tidak berharap imbalan," jelasnya.(tribun-timur.com/today)










1 Komentar:
Serius nih tanpa imbalan? Wah..selamat prof.
Mudah2an jiwa besar prof menjadi tauladan bagi pihak lainnya.
Posting Komentar