Dengarkan Terus EBS UNHAS FM di 107,7 MHz Mau tau info Buku - Buku terbaru?. dengarkan Ebs Siku bersama Tya Andifa setiap hari minggu pukul 14 - 16 Wita Belum tau info Film terbaru? dengarkan Ebs Planet Movie setiap hari Minggu pukul 16 - 18 Wita bersama Parah Mita suka dengan puisi? dengarkan ebs laskar setiap hari jumat pukul 22.24 wita bersama Wawan Gunawan Insya ALLAH Wisuda Sarjana Universitas Hasanuddin Dilaksanakan Pada Tanggal 30 Juni 2011 Ikuti Layanan Interaktif EBS UNHAS FM di Program Acara Tertentu (0411-584965) Mau Tau 30 lagu Manca dan Indonesia teratas Dengarkan saja Sunday Special Mulai Pukul 10:00 s/d 12:00 WITA Bareng Oka Rivan dan Sarah Hanifah Promosikan Kegiatan Anda di Radio Kampus EBS FM Unhas Punya Kenangan juga Memori? Atau Ingin tahu Sosok Inspirasi yang membuat Anda Termotivasi. Dengarkan EBS Memory Sound bersama Melanie Azzahra setiap Sabtu pukul 14.00-16.00 WITA hanya di 107,7 EBS Unhas FM Makassar Bagi Anda yang Punya Demo/Rekaman Lagu Indie Baik Solo ataupun Grup/Band, Langsung Promosikan di EBS Kendie Ingin Tahu Isi Hatinya SUCKY BAND? Dengarkan EBS KENDIE 18 Juni 2011 bareng SahaRamdhanie
Welcome to EBS Unhas FM Makassar 107.7 Mhz
Anda Bisa Mengunjungi web kami versi Mobile melalui Perangkat Selular Anda di EBS1077

Minggu, 18 Oktober 2009

Dosen Unhas Temukan Kerugian Jeneberang Rp 45 M Per Tahun Dari Promosi Doktor Dosen Ilmu Tanah Unhas Dr Muhammad Nathan

Makassar, Tribun -Terjadinya erosi di daerah aliran sugai (DAS) Jeneberang menyebebakan kerugaian hingga Rp 45 miliar per tahun. Ini diakibat karena lapisan tanah di Sub DAS Malino dan Lengkese, Gowa, tersebut kehilangan unsur hara dan beberapa unsur tanah lainnya yang bermanfaat bagi kesuburan tanah.


Dosen Ilmu Tanah Unhas Dr Muhammad Nathan mengungkapkan, dari hasil penelitiannya menyebutkan, kehilangan unsur hara karena erosi di DAS tersebut mencapai Rp 6.515.793.583 per tahun. Angka tersebut belum memperhitungkan kehilangan unsur karena runoff (aliran permukaan) yang nilainya bahkan lebih besar mencapai Rp 13.652.157.094 per tahun.
Areal bagian hulu DAS Jeneberang merupakan tempat pengembangan komuditas holtikultura. Dari data Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Gowa, menyebutkan, luasnya mencapai areal ini mencapai 7.903 hektare (ha).
Namun hasil evaluasi dari penelyian ini menunjukkan bahwa hanya 40 persen atau sekitar 4. 778 ha dari areal tanaman tersebut yang layak dijadikan areal budidaya holtikultura, sedangkan selebihnnya (60 persen) dianggap tidak sesuai terutama karena faktor pembatas kemiringan lereng.
"Secara tidak langsung erosi Jeneberang juga menyebabkan kehilangan produksi berkisar Rp 6 miliar per tahun akibat semakin berkurangnya areal yang dapat dialiri di daerah hulu DAS Jenenberang. Fluktuasi air juga sangat tinggi, kalau musim hujan kebanjiran dan kalau musim kemarau kekeringan. Seperti yang terjadi sekarang," ujar Muhammad Nathan usai Ujian Promosi Doktornya di Aula Pascasarjana Unhas, Tamalanrea, Makassar, Rabu (14/10) pekan lalu.
Pada ujian Promosi Doktor ini Muhammad Nathan membahas Analisis Erosi Pada Dua Sub-DAS, di DAS Jeneberng dan Valuasi Ekonominya.
Selain itu, jika dihitung dari biaya pengerukan Bendungan Bili-Bili maka kaerugian manometer akibat erosi masih bertambah sekitar Rp 19.500.0000.000 per tahun. "Sehingga total kerugian manometer karena erosi di DAS Jeneberang mencapai Rp 45.874.542.764 per tahun jika bahkan lebih jika variabel lain dipengaruhi oleh erosi turut divaluasi," tambahnya.
Salah satu contoh kerugiannya, yakni petani yang berada di sekitar DAS tersebut harus mengembalikan kesuburan tanah dengan menggunakan pupuk organik. Petani harus memberi 25 persen pupuk organik baru bisa bagus. Akibatnya petani harus mengeluarkan biaya lagi, padahal harga pupuk sekarang sangat mahal, belum lagi ditambah biaya pembelian pestisida dan biaya-biaya lainnya.
Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa, prediksi erosi dengan menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation) dengan pengukuran sampel langsung di lapangan bahwa, erosi pada setiap lahan di DAS ini berkisar antara 0,002-307 ton ha th.
Karena besarnya nilai ekonomi yang diakibatkan oleh erosi di DAS tersebut maka Muhammad Nathan menyarankan agar perlu dilakukan penelitian tentang teknik konservasi tanah dan air yang efektif dan efesien, agar mudah diterima dan diaplikasikan oleh petani.
Selain itu, harus ada hukum yang jelas terkait pemanfaatan lahan, agar tidak merusak lingkungan. "Misalnya mengurangi pembabatan hutan secara liar, karena itu sangat berpengaruh terjadinya erosi di DAS ini," ujarnya.(ana)

Data diri:
Nama: Muhammad Nathan
Lahir: Sinjai 15 Maret 1963
Pekerjaan: Dosen Ilmu Tanah Fakultas pertanian Unhas
Pendidikan:
- S1 Ilmu Tanah Fakultas pertanian Unhas
- S2 Departemen of Soil and Water, Adelaide University, South Australia
- S3 Ilmu Tanah Pascasarjana Unhas



0 Komentar:

Office

Office : Jl. Perintis Kemerdekaan KM.10 Tamanlarea, Makassar 90245 (Hasanuddin University Floor 1, Library Building)
  • 0411-584965 or Mobile: 082346465177
  • ebs1077@gmail.com'
Atau Follow Kami Di :


* Atau Anda Berminat memasang iklan atau mengirim Demo lagu anda, silakan klik
* Or you're Interested in advertising or send your demo songs, please click

Exhange Link Banner

Partner Label

nbc fm, radio kawulamuda bantaeng, the base camp of music


Bonthain

Pengikut

  © Copyright © 2009-2010 by Radio Kampus EBS Unhas FM 107.7 MHz Makassar

Back to Top Page