Kalla Harap RS Unhas Seperti RS Singapura
MAkassar - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) HM Jusuf Kalla mengatakan, modal kepercayaan suatu rumah sakit (RS) tergantung pada tiga komponen yakni dokter, peralatan berbasis informasi dan terknologi (IT), serta layanan yang menyerupai hotel.
"Ketiga komponen itu menjadi modal untuk membangun kepercayaan terhadap RS, sehingga orang tidak perlu berobat jauh-jauh ke Singapura," kata Kalla pada "Aksi Donor Darah dan Penyerahan Sumbangan Tempat Tidur" di RS Pendidikan Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Rabu (10/3/2010).
Menurut dia, selama ini banyak orang daerah yang berobat ke negeri tetangga, karena kurang mempercayai pelayanan kesehatan dari RS lokal.
Berkaitan dengan hal tersebut, ia mengimbau RS Pendidikan Unhas yang berskala internasional itu dikelola dengan baik dengan memperhatikan tiga komponen tersebut.
"Tenaga dokter ahli yang ada harus senantiasa memperbaharui ilmunya, karena ilmu kedokteran itu berkembang setiap tiga tahun. Jadi, kalau tidak belajar terus, maka akan ketinggalan," ujarnya.
Sementara itu, lanjutnya, IT juga berkembang pesat dua kali lipat dari sebelumnya setiap 18 bulan. Sedang perlunya membangun pelayananan RS yang seperti hotel, agar pasien merasa nyaman dan secara psikis terbantu dengan suasana itu.
Hal tersebut diberlakukan setiap RS di Singapura, sehingga tidak mengherankan jika pasien dari keluarga yang berkecukupan memilih berobat ke Singapura daripada di dalam negeri.
Lebih jauh dia mengatakan, dengan peralatan IT yang canggih yang dimiliki RS Pendidikan Unhas, diharapkan mampu menekan jumlah pasien yang berobat keluar negeri.
Menanggapi hal tersebut, dr Ashadul salah seorang dokter ahli RS Pendidikan Unhas megatakan, RS yang berada di Kawasan Tamalanrea, Makassar ini dilengkapi dengan peralatan canggih buatan Eropa.
Peralatan tersebut diantaranya Esculap atau mesin anastesi dan D.F. Vasconcellos yang merupakan mikroskop untuk bedah syaraf.
Sementara RS Pendidikan Unhas yang terdiri dari tujuh lantai, lantai pertama hingga enam untuk perawatan yang di dalamnya sudah termasuk ruang laboratorium dan pemeriksaan, sedang lantai tujuh khusus untuk kantin.(Tribun)










0 Komentar:
Posting Komentar