Tuntutan Mahasiswa Fakultas Sastra
Sekitar pukul 10.00 WITA di depan Aula Mattulada (H33)Fakultas Sastra, kondisi wajah fakultas Sastra hingga saat ini begitu sangat memprihatinkan bagi setiap kalangan mahasiswa yang ada, minimnya sarana-sarana atau fasilitas kampus yang menunjang proses pendidikan menjadi faktor utama permasalahan di tubuh fakultas sastra, peserta-peserta didik yang ada di dalamnya menjadi tidak nyaman dalam proses belajar, minimnya sarana yang disediakan oelh fakultas sampai hari ini belu m terselesaikan.
Sarana-sarana kampus seeprt wc yang belum mengalami perbaikan hingga saat ini, dan adanya wc yang dimonopoli oleh para civitas akademik dimana sarana dan fasilitas tersebut hanya diperuntungkan untuk pribadi mereka, mahasiswa tidak dapat menikmati itu semua, belum lagi fasilitas seperti ruang kelas yang begitu sempit dipaksa untuk menampung jumlah mahasiswa yang tidak setara dengan kondisi ruang kelas dan akhirnya, desak-desakan dalam ruang kelas terjadi dan membuat para mehasiswa tidak nyaman serta proses transformasi pendidikan tidak jalan sesuai dengan harapan, di kenakan para mahasiswa tidak merasa nyaman dengan kondisi ini, ruang-ruang kelas yang seperti halnya kandang-kandang binatang diluar sana itu diperuntukkan utnuk menjadi tempat belajar bagi para peserta didik, para mahasiswa dipaksa untuk belajar dalam ruang yang sempit dan padat itu, belum lagi ruang-ruang kelas yang begitu panas akibat tidak berfungsinya pendingin-pendingin ruangan, emnambah kemirisan dan kemalangan bagi fakultas sastra sebagai tempat belajar mengajar, kurangnya perhatian dari para petinggi-petinggi kampus mengundang pertanyaan yang besar, apakah di sastra ini telah terjadi proses pembiaran dalam melakukan transformasi ilmu?
Belum lagi para petinggi kampus yang sering keluar negeri dengan mengahmbur-hamburkan uang untuk tujuan yang tak jelas bagi fakultas sastra dan para mahasiswa yang ada di dalamnya, kondisi ini sangat-sangat memprihatinkan fasilitas kampus yang belum memadai dan keluar masuknya para petinggi kampus keluar negeri dengan tujuan yang tak jelas menyimpan banyak pertanyaan bagi sastra mengapa fasilitas tak kunjung ada perbaikan sementara mereka asik keluar negeri untuk menghambur-hamburkan anggaran fakultas demi tujuan yang tidak di ketahui manfaatnya sama sekali bagi para mahasiswa
Alangkah mirisnya wajah sastra hari ini, ketika para petingginya keluar sementaar fasilitas dan sarana-saran kampus belum terpenuhi dan bahkan dilakukan pembiaran dimana tidak adanya perbaikan untuk sarana tersebut.
Kondisi yang begitu miris ditengah megahnya kampus UNHAS, para penyatron-penyatron akademik sibuk bergelut dengan modal-modal yang mereka incar-incar daris ebuah proyek-proyek yang sama sekali tidak ada manfaatnya untuk para mahasiswa di Fakultas Ilmu Budaya, para civitas akademik yang kerjanya hanya mengunjungi luar negeri ini wajib kita berikan perlawanan, permasalahan-permasalahan yang sangat mendesak khusunya saran dan prasarana untuk menunjang jalannya proses pembelajaran mereka kesampingan atau dibiarkan begitu saja dan hanya mengurus proyek-proyek yang hanya menguntungkan mereka.
Dekan Fakultas Sastra mengatakan akan segera merealisasikan tuntutan mahasiswa tersebut mengenai perbaikan dan pengadaan Fakultas Sastra, baik itu perbaikan wc, pembenahan ruangan, penyelesaian renovasi H33, pengadaan lab bahasa dan penambahan buku-buku di perpusatakaan Fakultas Sastra. Dan meminta kepada mahasiswa Fakultas Sastra agar berkomitmen menjaga fasilitas tersebut.
Sarana-sarana kampus seeprt wc yang belum mengalami perbaikan hingga saat ini, dan adanya wc yang dimonopoli oleh para civitas akademik dimana sarana dan fasilitas tersebut hanya diperuntungkan untuk pribadi mereka, mahasiswa tidak dapat menikmati itu semua, belum lagi fasilitas seperti ruang kelas yang begitu sempit dipaksa untuk menampung jumlah mahasiswa yang tidak setara dengan kondisi ruang kelas dan akhirnya, desak-desakan dalam ruang kelas terjadi dan membuat para mehasiswa tidak nyaman serta proses transformasi pendidikan tidak jalan sesuai dengan harapan, di kenakan para mahasiswa tidak merasa nyaman dengan kondisi ini, ruang-ruang kelas yang seperti halnya kandang-kandang binatang diluar sana itu diperuntukkan utnuk menjadi tempat belajar bagi para peserta didik, para mahasiswa dipaksa untuk belajar dalam ruang yang sempit dan padat itu, belum lagi ruang-ruang kelas yang begitu panas akibat tidak berfungsinya pendingin-pendingin ruangan, emnambah kemirisan dan kemalangan bagi fakultas sastra sebagai tempat belajar mengajar, kurangnya perhatian dari para petinggi-petinggi kampus mengundang pertanyaan yang besar, apakah di sastra ini telah terjadi proses pembiaran dalam melakukan transformasi ilmu?
Belum lagi para petinggi kampus yang sering keluar negeri dengan mengahmbur-hamburkan uang untuk tujuan yang tak jelas bagi fakultas sastra dan para mahasiswa yang ada di dalamnya, kondisi ini sangat-sangat memprihatinkan fasilitas kampus yang belum memadai dan keluar masuknya para petinggi kampus keluar negeri dengan tujuan yang tak jelas menyimpan banyak pertanyaan bagi sastra mengapa fasilitas tak kunjung ada perbaikan sementara mereka asik keluar negeri untuk menghambur-hamburkan anggaran fakultas demi tujuan yang tidak di ketahui manfaatnya sama sekali bagi para mahasiswa
Alangkah mirisnya wajah sastra hari ini, ketika para petingginya keluar sementaar fasilitas dan sarana-saran kampus belum terpenuhi dan bahkan dilakukan pembiaran dimana tidak adanya perbaikan untuk sarana tersebut.
Kondisi yang begitu miris ditengah megahnya kampus UNHAS, para penyatron-penyatron akademik sibuk bergelut dengan modal-modal yang mereka incar-incar daris ebuah proyek-proyek yang sama sekali tidak ada manfaatnya untuk para mahasiswa di Fakultas Ilmu Budaya, para civitas akademik yang kerjanya hanya mengunjungi luar negeri ini wajib kita berikan perlawanan, permasalahan-permasalahan yang sangat mendesak khusunya saran dan prasarana untuk menunjang jalannya proses pembelajaran mereka kesampingan atau dibiarkan begitu saja dan hanya mengurus proyek-proyek yang hanya menguntungkan mereka.
Dekan Fakultas Sastra mengatakan akan segera merealisasikan tuntutan mahasiswa tersebut mengenai perbaikan dan pengadaan Fakultas Sastra, baik itu perbaikan wc, pembenahan ruangan, penyelesaian renovasi H33, pengadaan lab bahasa dan penambahan buku-buku di perpusatakaan Fakultas Sastra. Dan meminta kepada mahasiswa Fakultas Sastra agar berkomitmen menjaga fasilitas tersebut.










0 Komentar:
Posting Komentar