ULTAH Ke 7 TERAS FM DIHABISI SI JAGO MERAH

Teras FM, Makassar, 17 Juni.
Komunitas Pemulung di TPAS Tamangapa sedang bersedih, betapa tidak Sanggar Kegiatan Warga (SKW) Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Kelurahan Tamangapa yang didalamnya merupakan studio Teras FM ludes dilahap si jago merah.
Kejadian tersebut terjadi hari ini, 17 Juni antara jam 12.30 – 13.00, tepat pada saat shalat jum’at dilaksanakan. Tidak ada upaya berarti yang dapat dilakukan karena kejadian begitu tiba-tiba. Bahkan sebaghagian warga yang lain hanya menyadari setelah shalat usai dilaksanakan. Saat kejadian, studio sedang kosong dan radio dalam keadaan off.
Menurut beberapa warga yang berada di sekitarnya, kejadian ini begitu singkat hanya sekitar 20 menit saja, sehingga tidak ada yang dapat di perbuat, hal ini diperparah kurangnya sumber air yang ada disana satu-satunya sumber air yang ada adalah air PDAM juga sedang tidak mengalir.
”Kami tidak bisa berbuat apa-apa”, demikian kata beberapa ibu rumah tangga yang sempat menyaksikan kejadian tersebut.
Beberapa pengelola radio pingsan, sementara anggota komunitas yang lain menangis sejadi-jadinya menyaksikan kejadian tersebut. ” baru dua hari yang lalu kami selesai pelatihan di tempat ini”, kata Erni salah seorang anggota komunitas pemulung sambil terisak.
”Kami tidak bisa berbuat apa-apa”, demikian kata beberapa ibu rumah tangga yang sempat menyaksikan kejadian tersebut.
Selain seperangkat peralatan studio yang baru beroperasi kembali sekitar seminggu yang lalu setelah mengalami kerusakan beberapa bulan, juga terdapat komputer editing film yang masih relatif baru.
Didalam bangunan tersebut juga terdapat perpustakaan warga yang berisi lebih 2000 buku bacaan yang merupakan donasi dari berbagai pihak, baik dari masyarakat, LSM maupun pemerintah.
SKW tersebut selama ini berfungsi sebagai pusat kegiatan pertemuan dan pelatihan bagi komunitas pemulung serta menjadi tempat belajar dan bermain bagi anak-anak mereka. Selain itu, bangunan yang terbuat dari kayu berbentuk rumah bugis ini kerap dijadikan sebagai tempat hajatan masyarakat sekotarnya seperti acara sunnatan dan kawinan.
Belum di ketahui pasti dari mana sumber api tersebut. Beberapa masyarakat menduga api bersal dari dalam bangunan.**ju
Jirak Celebes -
suarakomunitas.net










0 Komentar:
Posting Komentar