Gara-gara Pacaran, Pondokan Mahasiswi Unhas Diserang
Makassar - Belasan pria dewasa menyerang dan pengeroyok beberapa penghuni Pondokan Hikmah Asrama Putri, Jl Perintis Kemerdekaan 4, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Senin (22/3) dini hari.
Penyerangan dan pengeroyokan itu diduga dipicu ketersinggungan seorang pemuda bernama Hendra saat ditegur oleh penanggung jawab pondokan, Fadly (26). Hendra ditegur saat mengunjungi pacarnya di pondokan tersebut.
Fadly mengaku telah menegur Hendra karena jengkel melihat tingkah lakunya karena setiap kali bertamu, ia berada di dalam kamar pacarnya berinisial TK.
Bahkan Hendra seringkali melewati batas waktu bertamu hingga pukul 02.00 wita. Padahal peraturan di pondokan, batas waktu bertamu hingga pukul 22.00 wita.
Namun Hendra yang juga warga setempat itu tidak menerima teguran tersebut. Sehingga Hendra memanggil sejumlah rekannya.
Fadly dan adik kandungnya Aswar (23) ikut dikeroyok. Mengakibatkan Fadly mengalami luka memar di bagian wajahnya. Sedangkan Aswar dilarikan ke Rumah Sakit Islam Faisal karena mengalami luka saat dikeroyok sejumlah pemuda tak dikenal.
"Saya menegurnya Pak karena jengkel-ka. Masak setiap bertamu pulangnya sampai pukul dua dini hari. Baru kalau bertamu-ki sering-ki berada dalam kamar pacarnya. Baru tutup pintu lagi,"katanya. (cr8)
Polisi Kantongi Dua Nama
Dihubungi terpisah, aparat Polsekta Tamalanrea telah mengantongi dua nama pelaku penyerangan dan pengeroyokan tersebut. Komandan Patroli Bripka Basodding mengatakan, "Pihaknya telah mengantongi dua nama pelaku yakni, Hendra dan Sudi," katanya kepada Tribun saat berada di TKP.
Pihaknya juga akan melakukan pengembangan dan penyelidikan penyebab insiden tersebut. "Kami akan segera mengungkap siapa pelakunya dan jika memang terbukti pihaknya akan mealakukan penahanan terhadap terhadap siapa-siapa yang terlibat," kata Basodding. (tribun)
Penyerangan dan pengeroyokan itu diduga dipicu ketersinggungan seorang pemuda bernama Hendra saat ditegur oleh penanggung jawab pondokan, Fadly (26). Hendra ditegur saat mengunjungi pacarnya di pondokan tersebut.
Fadly mengaku telah menegur Hendra karena jengkel melihat tingkah lakunya karena setiap kali bertamu, ia berada di dalam kamar pacarnya berinisial TK.
Bahkan Hendra seringkali melewati batas waktu bertamu hingga pukul 02.00 wita. Padahal peraturan di pondokan, batas waktu bertamu hingga pukul 22.00 wita.
Namun Hendra yang juga warga setempat itu tidak menerima teguran tersebut. Sehingga Hendra memanggil sejumlah rekannya.
Fadly dan adik kandungnya Aswar (23) ikut dikeroyok. Mengakibatkan Fadly mengalami luka memar di bagian wajahnya. Sedangkan Aswar dilarikan ke Rumah Sakit Islam Faisal karena mengalami luka saat dikeroyok sejumlah pemuda tak dikenal.
"Saya menegurnya Pak karena jengkel-ka. Masak setiap bertamu pulangnya sampai pukul dua dini hari. Baru kalau bertamu-ki sering-ki berada dalam kamar pacarnya. Baru tutup pintu lagi,"katanya. (cr8)
Polisi Kantongi Dua Nama
Dihubungi terpisah, aparat Polsekta Tamalanrea telah mengantongi dua nama pelaku penyerangan dan pengeroyokan tersebut. Komandan Patroli Bripka Basodding mengatakan, "Pihaknya telah mengantongi dua nama pelaku yakni, Hendra dan Sudi," katanya kepada Tribun saat berada di TKP.
Pihaknya juga akan melakukan pengembangan dan penyelidikan penyebab insiden tersebut. "Kami akan segera mengungkap siapa pelakunya dan jika memang terbukti pihaknya akan mealakukan penahanan terhadap terhadap siapa-siapa yang terlibat," kata Basodding. (tribun)










0 Komentar:
Posting Komentar